HALAMAN PENTING

Kamis, 09 Mei 2013

PERANAN MANUSIA DALAM BIOSFER


BAB 1
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang Masalah
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling mulia. Manusia memiliki akal pikiran. Karunia itu kemudian digunakan dalam berperilaku dalam kesehariannya di muka bumi ini. Oleh karena itu, manusia yang hidup di bumi ini harus selalu menjaga kelestarian alam sekitar.
Manusia sangat berperan penting dalam memelihara kelestarian lingkungan karena hal itu berkaitan dengan kelangsungan hidup mereka dimasa yang akan datang. Banyak hal biasa yang menjadi hal yang luar biasa saat kita sadar betapa pentingnya alam ini. menjaga lingkungan bukan berarti kita harus siap siaga dalam hal materil saja,tetapi kita juga harus siaga dari sisi moril. Peran manusia dalam menjaga lingkungan bukan hanya dari luar saja yang harus diperlihatkan. Tetapi juga kesadaran dari dalam diri kita.
B.      Tujuan Pembahasan Masalah
Tujuan dibentuknya makalah ini adalah untuk:
1.      Memahami apa peranan manusia didalam lingkungan (biosfer).
2.      Memenuhi tugas kelompok mata kuliah Konsep Dasar Ipa II.
C.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian biosfer?
2.      Apa Peranan Manusia dalam biosfer (lingkungan)?
3.      Bagaimana perlindungan dan Pengawetan SDA?
4.      Bagaimana etika lingkungan hidup dan apa saja undang-undang lingkungan hidup?
BAB II
PEMBAHASAN
A.       Pengertian Biosfer
Biosfer adalah keseluruhan ekosistem dibumi; meliputi semua bagian bumi yang mengandung kehidupan (terdiri dari komponen biotik yang berinteraksi dengan komponen abiotik yang merupakan bagian dari atmosfer, hidrosfer dan litosfer).
B.       Peranan Manusia dengan lingkungannya
  1. Manusia sebagai organisme yang dominan secara ekologik.
Manusia memiliki peranan dalam biosfer karna manusia merupakan makluk yang dominan secara ekologik. Terdapat 2 alasan mengapa manusia disebut dominan secara ekologik, yakni :
a.       Manusia dapat berkompetensi secara lebih baik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya terutama dalam hal makanan, jika dibandingkan dengan makluk lain yang ada di dalam ekosistem.
b.       Manusia mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap lingkungan tempat hidupnya atau terhadap organsme lain.
  1. Manusia sebagai makluk pembuat alat
Kemampuan membuat alat, erat hubungannya dengan sikap tegak manusia yang memungkinkan ia dapat bebas menggunakan tangannya. Disamping itu kemampuan iut erat hubunganya dengan kemampuan penglihatan, kecekatan dan kemampuan penalaran dari otaknya yang lebih tinggi. Jadi manusia menjadi dominan dalam ekosistem berkat kemampuan membuat dan menggunakan alat.  

  1. Manusia Sebagai Penyebab Evolusi
Evolusi alamiah berlangsung sangat lambat, tetapi perusakan alam oleh manusia baik yang di sengaja atau tidak akan mempercepat evolusi organik. Akibatnya adalah menurunnya jumlah organisme tertentu bahkan ada beberapa yang punah, tetapi dilain pihak terdapat organisme jenis tertentu yang jumlahnya meningkat dengan pesat terutama varietasnya.
  1. Manusia sebagai makluk perampok
Manusia di kenal sebagai mahkluk yang paling hebat dalam mengekploatasi ekosistem. Hal ini terjadi karna sifatnya yang omnivor dan kebutuhannya yang beraneka ragam, sejak semula manusia mengekploatasi ekosistem tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makanannya saja, tetapi juga untuk keperluan lain.Dilain pihak, manusia cenderung untuk menanam dan mengambil tumbuhan secara berlebihan. Manusia menanam tumbuhan kemudian memanen hasil pertaniannya dengan mengangkut biomassa yang terdapat di permukaan dan dibawah tanah. Zat-zat   hara yang terdapat dalam biomassa ini akan menghilang dari ekosistem. Dan harus diganti dengan melakukan pemupukan baik pupuk organik maupun anorganik untuk mengembalikan ketersediaannya di dalam tanah sehingga dapat diperoleh hasil pertanian yang memadai.
C.       Komponen Penyusun Ekosistem dan Peran Komponen Ekosistem
a.       Berdasarkan sifatnya dibagi menjadai dua yaitu:
·           Faktor Biotik
Faktor biotik adalah faktor yang meliputi semua mahluk hidup di bumi, yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Tingkatan organisasi dalam ekosistem, yaitu individu, populasi, komunitas, dan ekosistem.
·           Faktor Abiotik
Faktor abiotik adalah faktor yang meliputi faktor fisik dan kimia.
b.      Berdasarkan fungsinya, meliputi:
·           Produsen
·           Konsumen
·           Pengurai
·           Detritivor adalah heterotrof yang mengambil zat makanan dengan memakan detritus (merupakan bahan organik).
c.       Peran komponen ekosistem meliputi:
·           Menyediakan sumber daya untuk kehidupan
·           Membentuk kondisi lingkungan.
D.       Perlindungan dan Pengawetan Sumber Daya Alam
•      Cagar alam yaitu suatu ruang tertentu dimana seluruh isinya seperti flora fauna dan bentang alamnya dijaga dan dilindungi.
•      Menurut World Conservation Strategy pencagar alaman mempunyai tujuan:
1)                  Memelihara proses ekologi yang esensial dan sistem pendukung kehidupan.
2)                  Mempertahankan keanekaan genetis.
3)                  Menjamin pemanfaatan jenis dan ekosistem secara berkelanjutan
E.        Bentuk-bentuk pencagaralaman
  • Cagar alam yang berfungsi utama melindungi keanekaragaman jenis flora.
Contohnya adalah  Pananjung Pangandaran di Jawa Barat dan Nusa Kambangan di Jawa Barat.
  • Taman nasional yang pada prinsipnya hampir sama dengan cagar alam, tetapi didalamnya dapat dilakukan kegiatan pembangunan yang tidak bertentangan dengan tujuan pencagaralaman. Contohnya taman nasional ujung kulon,  taman nasional gunung leuser.
  • Suaka marga satwa sebagai kawasan yang melindungi satwa tertentu. Contohnya taman nasional pulau komodo,
  • Cagar biosfer
  • Hutan perburuan yang diperuntukan bagi perburuan
  • Hutan wisata
  • Taman laut. Contohnya adalah taman laut bunaken.
  • Kebun raya dan kebun binatang. Contohnya adalah kebun raya bogor
F.        Pengelolaan Ekosistem Tropikal
Menurut Herman Haeruman (1979) kita lebih khusus akan membicarakan pengelolaan ekosistem pertanian, ekosistem perairan, dan ekosistem hutan.
  1. Pengelolaan Ekosistem Pertanian
•        Menghindari penggunaan bahan-bahan kimia berupa pupuk dan pestisida yang dalam jangka panjang dapat mengurangi kesuburan tanah.
•        Mengembangkan sistem pergiliran tanaman dan sistem tumpang sari.
•        Menyerasikan pembangunan fasilitas produksi dan jasa distribusi pertanian.

  1. Pengelolaan Ekosistem Perairan
•        Tidak menggunakan bahan peledak, racun, dan alat penangkap ikan lain yang kurang tepat karena dapat mengganggu kelestarian alam.
•        Menghindari perusakan karang dan hutan payau sejauh mungkin.
•        Meningkatkan pembinaan pengetahuan dan teknologi pelestarian sumber perikanan.
  1. Pengelolaan ekosistem hutan
•      Menerapkan tebang pilih di hutan tropis dan mengembangkan terus dengan penuh disiplin agar keanekaan jenis dan mutu hutan yang telah ditinggalkan dapat pulih kembali.
•      Meningkatkan kemampuan pengelolaan aparat kehutanan, pembinaan sistem dan prosedur pengendalian yang mantap, dan kemampuan teknologi yang lebih baik.
•      Perbaikan dalam penebangan, regenerasi serta penanaman kembali.
G.       Etika Lingkungan
Etika lingkungan berkaitan dengan sikap serta perilaku yang bersifat objektif terhadap kelestarian lingkungan.
Prinsip yang diperlukan untuk menerapkan etika lingkungan antara lain sebagai berikut:
•           Manusia merupakan bagian dari lingkungan
•           Lingkungan diperuntukkan bagi semua mahluk hidup
•           Sumber daya alam perlu dipelihara dan pemakainnya perlu mempertimbangkan ketersediaannya di alam
•           Perbaikan kualitas kehidupan disesuaikan dengan produksi alam
•           Aktivitas manusia berpengaruh terhadap alam sehingga hubungan manusia dan alam harus saling menguntungkan.
H.       Pengelolaan lingkungan
Pemanfaatan sumber daya alam harus memerhatikan tata cara pengelolaan lingkungan.
Pengelolaan lingkungan memiliki tujuan sebagai berikut:
•      Mencapai keselaran huungan antara manusia dengan lingkungan
•      Mengendalikan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana
•      Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan
•      Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang
•      Melindungi negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
I.          Undang-undang lingkungan hidup
Undang-Undang lingkungan Hidup bertujuan untuk:
•      Mencegah kerusakan lingkungan hidup
•      Meningkatkan kualitas lingkungan hidup
•      Menindak para pelanggar yang menyebabkan rusaknya lingkungan.




BAB III
PENUTUP
A.       Kesimpulan
Peranan Manusia dengan lingkungannya
  • Manusia sebagai organisme yang dominan secara ekologik.
Manusia memiliki peranan dalam biosfer karna manusia merupakan makluk yang dominan secara ekologik. Terdapat 2 alasan mengapa manusia disebut dominan secara ekologik, yakni :
a.       Manusia dapat berkompetensi secara lebih baik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya terutama dalam hal makanan, jika dibandingkan dengan makluk lain yang ada di dalam ekosistem.
b.       Manusia mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap lingkungan tempat hidupnya atau terhadap organsme lain.
·               Manusia sebagai makluk pembuat alat
          Kemampuan membuat alat, erat hubungannya dengan sikap tegak manusia yang memungkinkan ia dapat bebas menggunakan tangannya. Disamping itu kemampuan iut erat hubunganya dengan kemampuan penglihatan, kecekatan dan kemampuan penalaran dari otaknya yang lebih tinggi. Jadi manusia menjadi dominan dalam ekosistem berkat kemampuan membuat dan menggunakan alat.  
·               Manusia Sebagai Penyebab Evolusi
          Evolusi alamiah berlangsung sangat lambat, tetapi perusakan alam oleh manusia baik yang di sengaja atau tidak akan mempercepat evolusi organik. Akibatnya adalah menurunnya jumlah organisme tertentu bahkan ada beberapa yang punah, tetapi dilain pihak terdapat organisme jenis tertentu yang jumlahnya meningkat dengan pesat terutama varietasnya.
·               Manusia sebagai makluk perampok
          Manusia di kenal sebagai mahkluk yang paling hebat dalam mengekploatasi ekosistem. Hal ini terjadi karna sifatnya yang omnivor dan kebutuhannya yang beraneka ragam, sejak semula manusia mengekploatasi ekosistem tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makanannya saja, tetapi juga untuk keperluan lain.Dilain pihak, manusia cenderung untuk menanam dan mengambil tumbuhan secara berlebihan. Manusia menanam tumbuhan kemudian memanen hasil pertaniannya dengan mengangkut biomassa yang terdapat di permukaan dan dibawah tanah. Zat-zat   hara yang terdapat dalam biomassa ini akan menghilang dari ekosistem. Dan harus diganti dengan melakukan pemupukan baik pupuk organik maupun anorganik untuk mengembalikan ketersediaannya di dalam tanah sehingga dapat diperoleh hasil pertanian yang memadai.


Minggu, 24 Maret 2013

MENYIMAK



BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Sebagian besar proses pembelajaran di Sekolah Dasar menggunakan bahan bacaan apalagi untuk kelas rendah. Semua itu dilakukan dengan cara menyimak, Seorang siswa dikatakan bisa menyimak yang baik jika mereka tahu isi pembicaraan. Agar mengerti isi pembicaraan tersebut, harus mengerti apa itu menyimak, efektifitas menyimak, dan lain-lain. Seorang guru pun harus tahu jenis-jenis menyimak itu, karena cara mentimak dari anak satu, dan anak yang lain pun berbeda, ada yang diam tetapi dia menyimak, ada pula menyimak tetapi aktif. Oleh karena itu, pokok bahasan materi ini sangat diperlukan untuk dipahami bagi calon atau para guru Sekolah Dasar, bahkan para siswanya.
B.       Tujuan
Setelah mempelajari pokok bahasan keterampilan menyimak ini, diharapkan anda atau para calon guru Sekolah Dasar mampu Memahami apa itu menyimak, jenis-jenis menyimak, tujuan menyimak dan lebih memahami keterampilan menyimak yang lain.
C.       Rumusan Masalah
1.      Apa menyimak itu?
2.      Apa tujuan menyimak?
3.      Apa sajakan jenis-jenis menyimak?
4.      Bagaimana prinsip-prinsip peningkatan kemampuan menyimak?
5.      Bagaimana ciri seorang penyimak ideal?



BAB II
PEMBAHASAN

A.       Pengertian Menyimak
Menyimak berbeda dengan mendengar dan mendengarkan. Mendengar biasanya terjadi secara kebetulan, tiba-tiba dan tidak diduga sebelumnya. Karena itu kegiatan mendengar tidak direncanakan, hal ini terjadi secara kebetulan. Mendengarkan setingkat lebih tinggi tarafnya dari mendengar, bila dalam peristiwa mendengar belum ada faktor kesengajaan, maka dalam peristiwa mendengarkan faktor kesengajaan sudah ada. Sedangkan dalam peristiwa menyimak sudah ada faktor kesengajaan. Faktor pemahaman merupakan unsur utama dalam setiap peristiwa menyimak, bahkan lebih dari itu faktor perhatian, penilaian pun selalu terdapat dalam peristiwa menyimak. Jadi menyimak adalah suatu proses yang mencangkup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterprestasi, menilai, dan mereaksi atas makna yang terkandung didalamnya. Menyimak melibatkan pendengaran, penglihatan, penghayatan, ingatan, pengertian, bahkan situasi yang menyertai bunyi bahasa yang disimakpun harus diperhitungkan dalam menentukan maknanya. (Djago Tarigan, 1990:5).
Ada sejumlah komponen yang terlibat dalam ketrampilan menyimak antara lain:
·           Pembedaan bunyi-bunyi bahasa
·           Pengenalan kata-kata (kosakata)
·           Pengindentifikasian kelompok-kelompok kata yang gramatikal
·           Pengidentifikasian satuan-satuan pragmatis – ekspresi dan seperangkat ujaran yang berfungsi sebagai satu kesatuan untuk menciptakan makna.
·           Penghubungan antara penanda limistik dan para linguistik (intonasi dan tekanan) dan antara penanda linguistik dan non linguistik (gerakan tubuh dalam situasi tertentu) untuk membangun makna.
·           Penggunaan latar belakang pengetahuan (apa yang telah diketahui tentang isi atau bahan simakan) dan konteks (apa yang telah diujarkan), untuk memprediksi makna.
·           Pengingatan kata-kata atau ide-ide yang penting (Rost, 1990:6)
Menyimak adalah suatu proses. Proses itu terbagi atas tahap-tahap, yakni:
1.      Mendengar
2.      Mengidentifikasi
3.      Menginterpretasi
4.      Memahami
5.      Menilai
6.      Menanggapi
B.       Tujuan Menyimak
Secara umum tujuan menyimak adalah menangkap, memahami, dan menghayati pesan, ide, gagasan yang tersirat dalam bahan simakan.Tujuan tersebut dapat dirinci berdasarkan aspek yang ditekankan menjadi:
1.       Mendapatkan fakta
2.      Menganalisis fakta
3.      Mengevaluasi fakta
4.      Mendapatkan inspirasi
5.      Menghibur diri
6.      Meningkatkan kemampuan berbicara
Disamping tujuan yang sudah dijelaskan di atas ada lagi tujuan menyimak yang lain, yakni untuk meningkatkan ketrampilan berbicara. Dalam hal ini penyimak memperhatikan seorang pembicara pada segi:
1.      Cara mengorganisasikan bahan pembicaraan
2.      Cara penyampaian bahan pembicaraan
3.      Cara memikat perhatian pendengar
4.      Cara mengarahkan perhatian pendengar
5.      Cara menggunakan alat-alat bantu seperti mikrofon, alat peraga dan sebagainya.
6.      Cara memulai dan mengakhiri pembicaraan
C.       Jenis Menyimak
Menyimak dapat dibedakan berdasarkan beberapa hal:
a.       Berdasarkan sumber suara menyimak dibedakan menjadi:
1)        Intrapersonal listening (menyimak diri sendiri)
2)        Interpersonal listening ( menyimak orang lain)
b.      Berdasarkan taraf aktivitas penyimak, menyimak dapat dibedakan menjadi:
1)        Silent listening (menyimak taraf rendah) yaitu penyimak memperhatikan dengan sungguh-sungguh mengangguk-angguk, senyum, tertawa, mereaksi dengan ucapan pendek (ya atau tidak).
2)        Active listening (menyimak taraf tinggi) penyimak telah mengutarakan hasil simakan yang berbentuk persetujuan, ketidaksetujuan, gagasan, pertanyaan, tanggapan, dan lain-lain.

c.       Berdasarkan taraf hasil simakan, menyimak dapat dibedakan menjadi:
1)      Menyimak tanpa mereaksi yaitu penyimak mendengar sesuatu berupa suara atau teriakan, namunyang bersangkutan tidak memberikan reaksi apa-apa. Suara masuk ke telinga kiri keluar dari telinga kanan.
2)      Menyimak terputus-putus yaitu penyimak sebentar menyimak sebentar tidak menyimak, kemudian meneruskan menyimak lagi dan sterusnya. Pikiran penyimak bercabang tidak terpusat pada bahan simakkan.
3)      Menyimak terpusat yaitu pikiran penyimak terpusat dengan sesuatu, misalnya pada aba-aba, untuk mengetahui bila saatnya mengerjakan sesuatu.
4)      Menyimak pasif, menyimak pasif hampir sama dengan menyimak tanpa mereaksi. Dalam menyimak pasif sudah ada reaksi walau sedikit.
5)      Menyimak dangkal yaitu menyimak yang hanya menangkap sebagian isi simakkannya. Bagian-bagian yang  penting tidak disimak, mungkin karena sudah tahu, menyetujui atau menerima.
6)      Menyimak untuk membandingkan yaitu penyimak menyimak sesuai pesan, kemudian membandingkan isi pesan iti dengan pengalaman dan pengetahuan, penyimak yang relevan.
7)      Menyimak organisasi materi yaitu penyimak berusaha mengetahui organisasi materi yang disampaikan pembicara, ide pokoknya beserta detail penunjangnya.
8)      Menyimak kritis yaitu penyimak menganalisis secara kritis terhadap materi yang disampaikan pembicara.
9)      Menyimak kreatif dan apresiatif  yaitu penyimak memberikan respons mental dan fisik yang asli terhadap bahan simakan yang diterima.

d.      Berdasarkan taraf hasil simakan dan ketrampilan khusus yang diperlukan dalam menyimak, menyimak dapat dibedakan menjadi:
1.      Menyimak marginal yaitu menyimak sekelumit, sambilan.
2.      Menyimak apresiatif yaitu penyimak larut dalam bahan yang disimaknya.
3.      Menyimak atentif yaitu penyimak paham benar isi bahan simakan.
Ciri-cirinya adalah:
a)             guru dan para pembelajar melakukan interaksi tatap muka;
b)            guru memanfaatkan gambar atau topik-topik yang konkret;
c)             para pembelajar menyimak ‘penggalan kalimat’;
d)            para pembelajar memberikan respons secara langsung.

4.      Penyimak analisis yaitu penyimak paham bahan simakan, penyimak menganalisis bahan, struktur, bahasa dari berbagai sudut dengan cara kritis.

e.       Berdasarkan cara penyimakan, menyimak dapat dibedakan menjadi:
1.      Menyimak intensif yaitu penyimak memahami secara teliti, penyimak intensif mencakup menyimak kritis, menyimak konsentratif, menyimak eksploratif, menyimak introgatif.
Ciri-ciri penyimak intensif adalah:
a)               para pembelajar belajar secara individual;
b)              para pembelajar dapat menyimak sebanyak mungkin;
c)               guru memberikan umpan balik pada masalah ketepatan pemakaian bahasa.
2.      Menyimak ekstensif  yaitu memahami isi bahan simakan secara sepintas, meliputi: menyimak sosial, menyimak sekunder, menyimak estetik, menyimak pasif.


f.        Berdasarkan tujuan menyimak, menyimak dapat dibedakan menjadi:
1.      Menyimak sederhana, terjadi dalam percakapan dengan teman atau bertelepon.
2.      Menyimak diskriminatif yaitu menyimak untuk membedakan suara, perubahan suara seperti membedakan suara burung, suara mobil, suara orang dalam senang, marah atau kecewa.
3.      Menyimak informatif  yaitu Menyimak untuk mencari informasi seperti menyimak pengumuman, jawaban pertanyaan, mendaftar ide dan sebagainya.
4.      Menyimak literatur yaitu menyimak untuk mengorganisasikan ide seperti  penyusunan materi dari berbagai sumber.
5.      Menyimak santai yaitu menyimak untuk tujuan kesenangan misalnya pembacaan puisi, cerita pendek, rekaman, dagelan atau lawak.
6.      Menyimak kritis yaitu menyimak untuk mengetahui tujuan pembicaraan yang tersirat.

D.       Prinsip-prinsip peningkatan kemampuan menyimak.
1.      Cara yang dilakukan oleh para pembelajar untuk terlibat dengan kegiatan menyimak , mencoba memahami isi atau bahan simakan, dan mencoba meningkatkan kemampuan menyimak yang disebut gaya belajar.
2.      Kemampuan menyimak, meningkat melalui interaksi tatap muka. Melalui interaksi dalam bahasa indonesia, pembelajar memiliki kesempatan untuk mendapatkan masukan bahasa yang baru dan kesempatan untuk mengecek kemampuan menyimaknya sendiri. Interaksi tatap muka menyediakan stimulasi untuk meningkatkan kemampuan memeknai bahan simakan.
3.      Kemampuan menyimak meningkat melalui pemusatan perhatian pada makna dan upaya mempelajari bahan yang penting dan baru dalam bahasa sasaran.
4.      Kemapuan menyimak meningkat melalui kegiatan pemahaman. Dengan memusatkan perhatian pada tujuan;tujuan khusus menyimak, para pembelajar memiliki kesempatan untuk menilai dan merevisi apa yang telah mereka capai.
5.      Kemampuan menyimak meningkat melalui perhatian terhadap kecermatan dan analisis bentuk. Dengan belajar memahami bunyi-bunyi dan kata-kata secara cermat pada saat melakukan aktivitas yang berorientasi pada makna, para pembelajar dapat memperoleh kemajuan. Dengan belajar mendengarkan bunyi-bunyi dan kata-kata secara cermat, mereka memperoleh keyakinan dalam memahami bahan simakan. (Rost, 1991:7).
E.        Ciri penyimak ideal
     Penyimak dapat dikatan sebagai penyimak ideal apabila penyimak tersebut memenuhi kriteria, kriteria berikut:
1.      Sikap fisik dan mental
2.      Dapat berkonsentrasi dengan baik
3.      Memiliki motivasi yang tinggi
4.      Bersifat objektif
5.      Dapat menyimak secara menyeluruh tak terputus-putus.
6.      Dapat menghargai pembicara dan tak menganggap enteng
7.      Mampu menyeleksi bahan simakan dengan jitu
8.      Bersungguh-sungguh
9.      Kenal arah pembicaraan
10.  Dapat mengadakan kontak dengan pembicara
11.  Mampu merangkum hasil simakan
12.  Mampu menilai, menginterpretasikan
13.  Mampu memberi respon



















BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan
Menyimak dapat diartikan sebagai suatu proses yang mencangkup kegiatan mendengarkan, mengidentifikasi bunyi bahasa, menginterpretasikan, menilai dan mereaksi atas makna kandungan di dalamnya. Menyimak berbeda dengan mnedengar maupun mendengarkan.  Kegiatan menyimak ini melibatkan pendengaran, penglihatan, penghayatan, ingatan dan pengertian.  Menyimak adalah salah satu sarana untuk menjaring suatu informasi, yang bisa dilakukan seperti dengan mendengarkan siaran radio,  siaran tv,  pembicara dalam suatu diskusi, seminar, konvensi atau pertemuan ilmiah. Tujuan menyimak adalah menangkap, memahami, dan menghayati pesan, ide, gagasan yang tersirat dalam bahan simakan.

B.       Saran